Kamis, 21 Juni 2018

TI untuk Kepolisian



Kepolisian menggunakan teknologi informasi untuk melakukan berbagai aktivitas. Contoh yang umum adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk membuat SIM (Surat izin Mengemudi). Dengan menggunakan teknologi informasi, yang melibatkan komputer, kamera digital, perekaman sidik jari, dan pencetak kartu SIM, dimungkinkan untuk membuat SIM hanya dalam waktu yang singkat.

Teknologi kompresi gambar memungkinkan sidik jari dapat disimpan secara elektronis dengan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak terlalu menyita ruang dalam media penyimpan, sedangkan teknologi pencocokan pola (pattern recognition) dapat digunakan untuk memudahkan pencarian sidik jari yang tersimpan dalam basis data.

Teknologi pengenalan wajah (face recognition) dapat digunakan untuk mengenali wajah-wajah para pelaku tindak kriminal yang telah tersimpan dalam basis data didasarkan oleh suatu sketsa wajah atau foto. Departemen kepolisian di California menggunakan basis data yang disebut Law Enforcement Automated Data System (LEADS) untuk melacak para mantan napi dan mencocokkan dengan cepat terhadap foto tersangka.



Dikutip dari:
“Teknologi Informasi” Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni

TI dalam Dunia Medis



Teknologi informasi juga diaplikasikan pada bidang medis. Banyak rumah sakit yang menggunakan sistem informasi untuk menangani transaksi yang berhubungan dengan karyawan, juru medis, dan pasien. Sebagai contoh, sistem informasi digunakan untuk mencatat rekaman medis pasien secara elektronis. Sistem informasi terkadang diperluas tidak hanya untuk pemakai internal, melainkan juga untuk pemakai eksternal (pengunjung). Untuk mencari informasi tentang seorang pasien (misalnya apakah si pasien masih menginap di rumah sakit atau tidak, serta ada di kamar mana), pengunjung dapat berinteraksi secara langsung dengan terminal yang disediakan untuk keperluan itu. Dengan mengetikkan sepenggal nama, sistem informasi akan segera menyajikan informasi tentang  pasien yang memenuhi kriteria pencarian.

Teknologi informasi juga diterapkan pada peralatan-peralatan medis, misalnya pada CT scan (computer tomography). CT scan adalah peralatan yang mampu memotret bagian dalam tubuh seseorang tanpa melakukan pembedahan, yakni dengan menggunakan teknologi sinar X.


Dikutip dari:
“Teknologi Informasi” Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni


TI dalam Dunia Pendidikan



Teknologi informasi juga dapat melahirkan fitur-fitur baru dalam dunia pendidikan.  Sistem pengajaran dengan berbasis multimedia (teknologi yang melibatkan teks, gambar, suara, dan video) dapat menjadikan penyajian masalah menjadi menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian isi materi. Seorang murid atau mahasiswa dapat mempelajari materi tertentu secara mandiri dengan menggunakan komputer yang dilengkapi program berbasis multimedia. Kini, telah banyak perangkat lunak yang tergolong sebagai edutainment yang merupakan perpaduan antara education (pendidikan) dan entertaiment (hiburan).

Teknologi internet ikut berperan dalam menciptakan e-learning atau pendidikan jarak jauh. Kuliah tidak lagi harus dilakukan dengan suasana pihak mahasiswa dan dosen bertemu di dalam ruangan kelas. Kuliah dapat dilaksanakan dengan cara mengakses modul-modul kuliah dari jarak jauh. Begitu pula untuk pengiriman tugas dan berdiskusi. Para mahasiswa dengan leluasa dapat mengatur waktu untuk belajar, kapan saja dan di mana saja.



Dikutip dari:
“Teknologi Informasi” Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni


TI dalam Dunia Perbankan



Teknologi informasi ikut mewarnai dunia perbankan. Kehadiran sistem online yang ditangani oleh teknologi komputer dan teknologi komunikasi memungkinkan nasabah mengambil uang dari kantor cabang dari bank yang sama yang berada di mana saja. Pada perkembangan selanjutnya, sistem seperti ini juga dilengkapi dengan mesin-mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automatic Teller Machine), yang memungkinkan nasabah bisa mengambil uang tanpa harus tergantung oleh jam kerja bank. Ekspansi ATM juga dilakukan dengan membuat ATM bersama yang memungkinkan nasabah sebuah bank bisa mengambil pada ATM milik bank lain.

Tak puas dengan model pelayanan seperti itu, pihak bank juga mengembangkan layanan dengan telepon, yang memperkenankan nasabah memeriksa saldo tabungan dan berinteraksi dengan mesin yang siap melayani kapan saja. Tentu saja, langkah bank tak berhenti sampai di situ. Dengan semakin banyak perorangan yang mengakses Internet, nasabah mulai dimanjakan dengan kemudahan untuk melakukan transaksi, misalnya melakukan transfer uang. Seorang bapak yang menjadi nasabah bank cukup duduk menghadap komputer yang ada di rumahnya, mengakses situs bank, dan kemudian dengan mudah dapat mentransfer uang ke rekening anaknya. Dalam sekejap saldo tabungan anaknya telah bertambah dan proses itu bisa dilakukan di waktu tengah malam ketika sebagai besar orang sedang terlelap mimpi.

Masih banyak aplikasi lain dalam dunia perbankan yang memanfaatkan teknologi informasi. Beberapa bank memperkenalkan layanan yang disebut layanan bergerak, yang memungkinkan pemakai dapat mengecek saldo tabungan ataupun melakukan transaksi seperti pemindahbukuan melalui ponsel.


Dikutip dari:

“Teknologi Informasi” Abdul Kadir & Terra Ch. Triwahyuni

Komputer Sebagai Media Baru dalam Proses Komunikasi


Aplikasi teknologi komunikasi cenderung mengarah pada aspek pengelolaan proses komunikasi, pemanfaatan media komunikasi baru, serta sistem transformasi atau manajemen arus informasi. Kondisi yang mengakibatkan terjadinya pemanfaatan teknologi dalam komunikasi ini diasumsikan merupakan salah satu kecenderungan dari akibat adanya “difusi inovasi”. Proses komunikasi melalui komputer tidak hanya menuntut kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan mengetik (sebagaimana seseorang yang berda di depan komputer harus sudah yakin mengetahui keyboard komputer). (Everet M. Roger, 1987: 40). Hal tersebut menunjukkan bahwa proses komunikasi dengan melalui media komputer menuntut keterampilan menggunakan media komunikasi komputer dari individu, baik yang bertindak sebagai pengirim maupun penerima pesan).

Informasi yang dipersiapkan dalam jumlah yang bnyak untuk keperluan komunikasi yang dinamis mudah dilakukan melalui penyimpanan data dalam bentuk database dalam komputer. Pool (1983 a, h. 190) menyatakan bahwa informasi yang besar bisa diedit ( diproeses), disimpan, ditransformasikan, dan dicari kembali dengan cepat dan tidak menutup kemungkinan untuk dituangkan dalam kertas. (Everett M. Roger, 1987: 40). Pendapat tersebut memberikan arahan bahwa proses komunikasi dengan media komputer cenderung dapat memperoleh nilai efektivitas proses komunikasi.



Dikutip dari buku Teknologi Informasi dan Komunikasi 
Oleh : Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si.

Rabu, 20 Juni 2018

Apakah internet itu?


Istilah Internet pada mulanya diciptakan oleh para pengembangnya karena mereka memerlukan kata yang dapat menggambarkan jaringan dari jaringan-jaringan yang saling terkoneksi yang tengah mereka buat waktu itu. Internet merupakan kumpulan orang dan komputer di dunia yang seluruhnya terhubung oleh bermil-mil kabel dan saluran telepon.

Jadi apakah yang dimaksud dengan Internet? Internet (International Networking) atau Net adalah kumpulan luas dari jaringan komputer yang saling terhubung di seluruh dunia, mulai dari komputer kecil (Personal Computer) di rumah-rumah sampai komputer besar di perusahaan-perusahaan.

Defenisi yang lain adalah, Internet bagaikan sebuah kota elektronik yang sangat besar di mana setiap penduduk memiliki alamat (Internet Address) yang dapat digunakan untuk berkirim surat atau informasi. Jika penduduk itu ingin mengelilingi kota elektronik tersebut, cukup dengan menggunakan komputer sebagai kendaraan. Hubungannya bertumpu di atas media telekomunikasi. Inilah yang disebut sebagai “Global Village” atau perkampungan Sejagat.

Fasilitas internet yang paling terkenal, World Wide Web (WWW), adalah bagian Internet yang relatif baru, sedangkan fungsi seperti mengirim dan menerima Electronic Mail (E-Mail) sudah dimanfaatkan orang selama lebih dari 30 tahun.


Dikutip dari buku Teknologi Informasi dan Komunikasi 
Oleh : Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si.

Tugas III


package bersarang_case;
import java.util.Scanner;

public class Bersarang_case {

   
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
        
        System.out.println("..::CASE BERSARANG                                                                     ");
        System.out.println("              CV.Andala Bersama Kita Bisa SMARTPHONE            ");
        System.out.println("");
        Scanner Kodecustomer= new Scanner (System.in);
        System.out.print("Input Kode Customer  : ");
        int kodecustomer=Kodecustomer.nextInt();
        String Nama=("Nur Sarumaha");
        System.out.println("Nama Customer        : " +Nama);
        String Alamat=("Jl.Tj Morawa km 12,5");
        System.out.println("Alamat               : " +Alamat);
        String Telepon=("+6281220237567");
        System.out.println("Telepon              : " +Telepon);
        Scanner nilai=new Scanner (System.in);
        System.out.print("Input Code           : ");
        String kode=nilai.nextLine();
        System.out.println("");
        switch (kode) {
            case "S-01":
                 case "I-P1":
                      case "SZ-EX":
                          System.out.println("Merk                 : SAMSUNG GALAXY");
                          System.out.println("Type                  : S9");
                      case "S9":
                          System.out.println("Ram                   : 4 GB");
                          System.out.println("Internal            : 64 GB");
                      case "12 GB":
                          System.out.println("Camera             : 12 MP");
                          System.out.println("Harga                : Rp.10.000.000");
        System.out.println("");                 
        Scanner Jumlahpenjualan= new Scanner (System.in);
        System.out.print("Input Jumlah Penjualan           = ");
        int jlhpenjualan=Jumlahpenjualan.nextInt();
       
        double Totalharga;
        double Discount;
        double Totalbayar;
       
        Integer Harga=10000000;
        System.out.println("Harga                                 = Rp. " +Harga);
        Integer a=Harga*2;
        System.out.println("Total Harga                      = Rp. " +a);
        double b=0.01*a;
        System.out.println("Discount                           = Rp. " +b);
        Totalbayar=(a-b);
        System.out.println("Total Bayar                       = Rp. " +Totalbayar);
        break;                  
        }
                                       
        Hasilnya:


Dosen Pengampu: Fince Tinus Waruwu,M.Kom

Pertemuan-9